TEMANGGUNG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Temanggung menjadikan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) sebagai indikator kinerja utama dalam upaya memperkuat literasi daerah. Penerapan IPLM ini menjadi langkah strategis untuk memetakan secara lebih detail kondisi perpustakaan di Kabupaten Temanggung serta menilai kesesuaian layanan dengan standar yang mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat.
IPLM merupakan survei yang dilakukan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) setahun sekali kepada Perpustakaan di Wilayah Kabupaten Temangung (sesuai dengan kewenangannya) untuk menilai dan mengevaluasi kemajuan pembangunan Perpustakaan dalam rangka peningkatan literasi masyarakat. IPLM diukur berdasarkan dimensi kepatuhan (koleksi dan SDM perpustakaan) serta dimensi kinerja (layanan dan pengelolaan perpustakaan) sesuai dengan Peraturan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat.
Melalui pengukuran IPLM, Dinpusip Kab. Temanggung dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi riil perpustakaan, baik dari aspek ketersediaan koleksi, kompetensi tenaga perpustakaan, kualitas layanan, maupun pengelolaan sarana dan prasarana. Data ini menjadi dasar penting dalam menyusun strategi peningkatan literasi yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pengumpulan data IPLM melibatkan koordinasi dengan perpustakaan kecamatan, perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus serta taman bacaan masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa pemetaan literasi mencakup seluruh wilayah dan menggambarkan kondisi literasi secara menyeluruh.
Dinpusip berharap penerapan IPLM dapat mendorong setiap perpustakaan untuk terus meningkatkan kualitasnya sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat. Dengan perpustakaan yang semakin kuat, budaya literasi di Temanggung diharapkan tumbuh lebih baik dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (Asv)
DINPUSIP